Jumat, 24 Agustus 2012

ASPEK-ASPEK EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG DAN HUBUNGAN EVALUASI PEMBELAJARN DENGAN STANDAR KOMPETENSI MENGAJAR



 

Dalam suatu proses belajar mengajar tentunya perlu diadakan evaluasi dalam cara mengajar, kurikulum dan lain sebagainya. Guna adanya pengevaluasian tersebut ialah agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik sesuai kurikulum dan bahan ajar yang sesuai serta sebagai refleksi proses serta kualitas  serta kompetensi pengajaran guru.
Dalam Permen No. 41 tahun 2007 tentang Standar proses dinyatakan bahwa evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan, mencakup tahap perencanaan poses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Evaluasi proses pembelajaran diselenggarakan dengan cara:
a. Membandingkan poses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar proses
b. Mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru
  1. Membandingkan proses pembelajaran yang dilaksakan guru dengan standar proses.
Maksud dari membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar proses adalah membadingkan cara pengajaran guru dalam kegiatan belajar mengajar selama dekade yang dimaksud dengan standar pembelajaran yang telah ditetapkan dengan baku. Pembandingnya biasanya menggunakan kurikulum pengajaran, silabus, RPP dan lainnya yang berhubungan dengan standar pengajaran yang telah ditetapkan tersebut. Diadakannya pembandingan ini agar guru dapat mengetahui apakah proses mengajarnya telah berjalan sesuai standar atau tidak.
  1. Mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru
Pengidentifikasian ini menitik beratkan pada guru, dimana guru dipandang sebagai media penyampain dan pemberi ilmu pada siswa, penyampaian hasil belajar/tes siswa adalah tolok ukur apakah guru itu berkompeten atau tidak dalam kinerjanya. Dengan mengidentifikasi kinerja guru pengevaluasian tidak hanya pada proses pengajaran saja tapi juga pada media penyampaian pembelajar yaitu guru itu sendiri. Pengevaluasian proses pembelajar diharapkan mampu menyeluruh sehingga evaluasi proses berlajar itu dapat tercapai hingga ke semua aspek dan pengevaluasian ini sangat berhubungan dengan bagaimana kompetensi guru itu sendiri dalam mengajar.
Dalam pengevaluasian dalam mata kuliah bahasa Jepang, banyak aspek kemampuan siswa yang perlu dievaluasi, seperti pelajaran berbahasa wajarnya yang dilihat ialah aspek:
a)      Menyimak
b)      Mendengar
c)      Membaca
d)     Menulis
e)      Berbicara
Dengan adanya aspek-aspek penting tersebut, pengevaluasian dapat menyeluruh dan tidak terkunci pada satu aspek saja. Dalam bahasa Jepang menggunakan aspek yang sama seperti:
1.)  Kemampuan menguasai huruf.
Evaluasi pembelajaran ini dibutuhkan karena dalam cara belajar bahasa Jepang menggunakan huruf Jepang yang wajib dikuasai oleh siswa yang hendak belajar bahasa Jepang, dimana siswa diharap mampu menguasai huruf-huruf atau moji jepang baik itu HIRAGANA, KATAKANA, dan KANJI.
2.)  Penguasaan Kosakata
Hal ini pokok penting dalam pembelajaran segala bahasa asing, jika hal ini belum dapat dikuasai dengan baik maka cara belajar siswa dapat terhambat dan terganggu, sehingga perlu diadakannya tes penguasaan kosakata untuk pengetahui kemampuan siswa dalam mengingat kosakata dengan baik.
3.)  Pemahaman Struktur bahasa/ungkapan
Dalam bahasa Jepang terdapat banyak macam struktur bahasa, baik itu partikel atau grammar. Tata kalimat dalam Bahasa Jepang memakai aturan subyek-obyek. Subyek, obyek dan relasi gramatika lainnya biasa ditandai dengan partikel, yang menyisip di kalimat dan disebut posisi akhir (postposition)
4.)  Kemampuan Mendengar
Aspek ini dibutuhkan untuk proses pembelajaran bahasa, dimana aplikasi bahasa adalah lisan agar siswa terbiasa mendengar bahasa jepang yang diucapkan oleh orang Jepang ketika bertemu langsung.
5.)  Kemampuan Berbicara
Aspek ini dibutuhkan agar siswa terbiasa dalam berbicara bahasa yang dipelajarinya karena dengan mengaplikasi hasil belajar tersebut kemampuan berbahasa siswa terutama dalam pengajaran bahasa Jepang semakin meningkat.
6.)  Kemampuan Membaca
Kemampuan membaca yakni melaui cara membaca komperhensif,scaning dan sebagainya, agar siswa dapat mengambil kesimpulan dari materi bacaan sehingga siswa memiliki kemampuan membaca dalam bahasa Jepang dengan baik.
7.)  Kemampuan Menulis
Kemampuan ini dibutuhkan karena dalam berbahasa menulis juga saling berhubungan, ketika siswa dilepas di lapangan dan harus mengaplikasikan apa yang mereka dapatkan dari materi bahasanya, seperti menulis lamaran kerja dalam bahasa Jepang, kemampuan ini dapat digunakan dengan baik.
Dari aspek-aspek kemampuan berbahasa di atas dapat dijadikan acuan untuk mengevaluasi proses pengajaran suatu mata pelajaran khususnya bahasa Jepang, apakah sesuai dengan standar kompetitif dalam pengajaran atau tidak. Dalam mengevaluasi proses pembelajaran diadakan tes-tes yang bersangkutan dengan aspek-aspek di atas. Hasil tes tersebut di berikan skor dan mengubahnya menjadi nilai, dari nilai yang telah didapat di analisis dalam pendekatan  penilaian. Dalam pembelajaran bahasa Jepang terdapat tiga pendekatan penilain yakni PAP, PAN, dan kolaborasi PAP-PAN. Selaian menganalisis hasil nilai siswa, guru juga diharapkan menganalisis perangkat soal apakah sesuai standar soal yang baik serta validasi soal tersebut. Setelah mendapatkan hasil dari kedua hasil analisis soal dan nilai siswa, guru dapat melihat bagaimana proses pengajarannya selama dekade tersebut, serta kompetensinya dalam mengajar dan memberikan soal pada siswa serta daya tangkap siswa, apakah siswa itu memiliki daya tangkap baik dalam beberapa cara atau metode pengajaran yang diharapkan.

Sumber:
Evaluasi Proses pengajaran :Edu-articles.com-situs Pendidikan Indonesia
Bahasa Jepang-Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Danasasmita,Wawan dkk.EVALUASI PENDIDIKAN BAHASA  JEPANG.1996.IKIP SURABAYA.Surabaya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar