Rabu, 22 Agustus 2012

Analisis Keambiguitasan Informasi Makna Kalimat 「雨が降りそうだ」dalam Sudut Pandang Teori Kognitif Pragmatif


BAB I
Pendahuluan
 
1.1            Latar Belakang
Keambiguitasan dalam dunia bahasa sering terjadi dikarenakan penggunaan bahasa yang kurang tepat. Relasi makna yang berlangsung tidak berlangsung dengan baik sehingga keambiguitasan muncul dari pernyataan yang ditutur oleh pengguna bahasa. Selain itu pola kognitif seseorang sangat berhubungan dengan proses perkembangan bahasa yang dimiliki secara individu. Makin banyak perbendaharaan makna, serta kemampuan memahami struktur penggunaaan suatu bahasa baik bahasa asing atau bahasa ibu dengan baik dan mampunya mengapresiasikan informasi makna yang benar mampu mengurangi terjadi keambiguitasan dalam penggunaan bahasa.
Ambiguitas dalam segi semantik itu sendiri hampir sama dengan homonimi dan polisemi, namun yang membedakan ketiganya adalah objek penelitian atau analisisnya. Pada homonimi dan polisemi lebih condong menganalisis pada struktur kata dan frase. Sedangkan pada ketaksaan atau ambiguitas lebih terfokus pada suatu konteks kalimat yag memiliki arti yang ganda atau arti yang kurang dapat dipahami. Dalam bahasa Jepang jika berhadapan langsung dengan kegiatan percakapan bahasa lisan maka sering ditemui makna yang ganda atau sulit dipahami. Memaknai suatu konteks kalimat bagi semua bahasa memiliki banyak cara serta banyaknya teori-teori yang mendukung menggunaan apresiasi makna tersebut.
Dengan adanya makalah ini, penulis berharap mampu memahami penggunaan teori kognitif dalam analisis keambiguitasan.

1.2            Rumusan masalah
  1. Apa yang dimaksud dengan Informasi makna?
  2. Apa hubungan Teori Kognitif dengan ketaksaan?
  3. Apakah pada kalimat 雨が降りそうだ」terjadi suatu keambiguitasan makna?
  4. Pada pola kalimat 雨が降りそうだ」mengandung makna apa saja?

1.3            Tujuan
  1. Agar dapat memahami maksud Informasi makna.
  2. Agar dapat memahami hubungan Teori Kognitif dengan ketaksaan.
  3. Agar dapat memahami adanya keambiguitasan pada kalimat 雨が降りそうだ」.
  4. Agar dapat memahami adanya informasi makna apa saja pada kalimat 雨が降りそうだ」.

BAB II
Kerangka Teori
2.1    Ilmu Makna  
Makna merupakan aspek penting dalam sebuah bahasa karena dengan makna maka sebuah komunikasi dapat terjadi dengan lancar dan saling dimengerti. Tetapi seandainya para pengguna bahasa dalam bertutur satu sama lain tidak saling mengerti makna yang ada dalam tuturannya maka tidak mungkin tuturan berbahasa bisa berjalan secara komunikatif. Di sini dituntut antara penutur dan lawan tuturnya harus saling mengerti makna bahasa yang mereka tuturkan.
Aspek makna terdiri atas empat, yaitu pengertian, perasaan, nada, dan tujuan. Keempat aspek makna tersebut dapat dipertimbangkan melalui pemahaman makna dalam proses komunikasi sebuah tuturan. Makna pengertian dapat kita terapkan di dalam komunikasi sehari-hari yang melibatkan tema, sedangkan makna perasaan, nada, dan tujuan dapat kita pertimbangkan melalui penggunaan bahasa, baik bahasa Indonesia maupun bahasa daerah.
A.    Jenis Makna
Para ahli telah mengemukakan berbagai jenis makna dan yang akan diuraikan di sini beberapa jenis makna:

1.  Makna Sempit
Makna sempit (narrowed meaning) adalah makna yang lebih sempit dari keseluruhan ujaran. Makna yang asalnya lebih luas dapat menyempit, karena dibatasi. Bloomfield mengemukakan adanya makna sempit dan makna luas di dalam perubahan makna ujuaran.
Makana luas dapat menyempit, atau suatu kata yang asalnya memiliki makna luas(genetik) dapat menjadi memiliki makna sempit (spesifik), karena dibatasi.

2.Makna luas
Makna luas (qidened meaning atau extended meaning di dalam bahasa inggris) adalah makna yang terkandung pada sebuah kata lebih luas dari yang diperkirakan. Kaa-kata yang berkonsep memiliki makna luas dapat muncul dari makna yang sempit.
Kata –kata yang memiliki makna luas digunakan untuk mengungkapkan gagasan atau ide yang umum, sedangkan makna sempit adalah kata-kata yang bermakna khusus atau kata-kata yang bermakna luas dengan unsure pembatas. Kata-kata bermakna sempit digunakan untuk menyatakan seluk-beluk atau rincian gagasan (ide) yang bersifat umum.

3.Makna Kognitif
Makna kognitif disebut juga makna deskriptif atau denotatif adalah makna yang menujukkan adanya hubungan antara konsep dengan dunia kenyataan (bandingkanlah dengan makna konotatif dan emotif). Maka kognif adalah makna lugas, makna apa adanya. Makna kognitif tidak hanya dimiliki kata-kata yang menujuk benda-benda nyata, tetapi mengacu pula pada bentuk-bentuk yang makna kognitifnya khusus dan termasuk pula partikel yang memiliki makna relasional. Makna kognitif adalah makna sebenarnya, bukan makna kiasan atau perumpamaan.

4.Makna Konotatif dan Emotif
Makna konotatif adalah makna yang muncul dari makna kognitif (lewat makna kognitif), ke dalam makna kognitif tersebut ditambahkan komponen makna lain. Makna konotatif atau emotif sangat luas  dan tidak dapat diberikan secara tepat.
Makna kognitif dibedakan dari makna konotatf dan emotif berdasarkan hubungannya, yakni hubungan antara kata dengan acuanya atau hubungan kata dengan denotasinya (hubungan antara kata (ungkapan) dengan orang, tempat, sifat, proses, dan kegiatan luar bahasa (denotata kata)); dan hubungan aktara kata (uangkapan) dengan ciri-ciri tertentu (disebut konotasi kata (ungkapan) atai sifat emotif kata (ungkapan).
Makna konotatif dan emotif dapat bersifat incidental. Makna emotif adalah makna yang melibatkan perasaan (pembicara dan pendengar; penulis dan pembaca) ke arah yang positif. Makna ini berbeda dengan makna kognitif (denotatif) yng menujukkan adanya hubungan atara dunia konsep (reference) dengan kenyataan, makna emotif menujuk sesuatu yang lain yang tidak sepenuhnya sama dengan yang terdapat dalam dunia kenyataan.

5.Makna Leksikal dan Makna Gramatikal
Makna leksikal adalah makna unsur-unsur bahasa sebagai lambing benda, peristiwa,dll; makna leksikal ini dimiliki unsure-unsur bahasa secara tersensiri, lepas dari konteks. Semua makna ( baik bentuk dasar maupun bentuk tuturan) yang ada dalam disebut makna leksikal.
Makna gramatiakal adalah makna yang menyangkut hubungan antra bahasa, atau makna yang muncul sebagai akibat berfungsinya sebuah kata di dalam kalimat. Di dalam sematik makna gramatikal debedakan dari makna leksikal. Dan masih banyak jenis makna lain yang tidak dapat dijelaskan karena keterbatasan ruang.
2.2    Ambiguitas
Ketaksaan atau ambiguitas merupakan bagian dari makna bahasa yang terdapat dalam sebuah tuturan atau tulisan. Ketaksaan atau ambiguitas dapat terjadi pada semua tataran bahasa, baik kata, frase, klausa, kalimat, maupun sebuah wacana. Ketaksaan atau ambiugitas sering digunakan oleh para penutur dengan maksud-maksud tertentu, yang kadang-kadang sengaja dia buat untuk menyembunyikan maksud tuturannya yang sebenarnya, ini biasanya untuk menyindir seseorang namun dengan perkataan yang tidak dengan sesungguhnya.
Dalam bahasa lisan penafsiran ganda ini mungkin tidak akan terjadi karena struktur gramatikal itu dibantu oleh unsure itonitas. Tetapi di dalam bahasa tulis penafsiran ganda ini dapat saja terjadi jika penanda-penanda ejaan tidak lengkap diberikan.

BAB III
Pembahasan
3.1    Informasi Makna
Pemaknaan dalam pembahasaan memiliki macam-macam jenis pemaknaan, jika suatu kata, frase atau kalimat sulit untuk dimaknai atau memiliki lebih dari satu makna maka jika itu terjadi dalam satu bentuk kata maka menyangkut dalam sinonimi atau polisemi, sedangkan untuk kegandaan makna dalam suatu pola kalimat maka dapat dimasukkan kedalam bentuk ketaksaan atau ambiguitas.
Konteks kalimat雨が降りそうだ」memunculkan ambiguitas yakni antara makna sebenarnya dari konteks kalimat tersebut dan konsep munculnya kalimat tersebut. Ambiguitas itu sendiri sering digunakan oleh pengguna bahasa dalam konteks kalimat menyindir, atau sering juga munculnya keambiguitasan saat penggunaan notasi dalam bahasa lisan yang salah sehingga terjadinya keambiguitasan dalam suatu kalimat lisan tersebut. Jika keambiguitasan itu terjadi dalam bahasa tulisan, umumnya dapat terjadi jika kurangnya tanda baca atau salahnya menberian tanda baca pada satu bentuk pola kalimat.
Dalam konteks kalimat雨が降りそうだ」meskipun sebuah pola kalimat yang sederhana namun mampu memunculkan suatu keambiguitasan. Suatu pernyataan yang terbentuk dari satu deretan kata dan frase yang membentuk pola kalimat mampu mengandung informasi makna. Informasi makna yang terkandung dalam kalimat jika mampu dicermati oleh lawan bicara menyatakan bahwa kalimat tersebut tidak mengalami ambiguitas makna, namun jika kalimat tersebut memiliki lebih dari satu informasi makna maka dapat di simpulkan kalimat atau pernyataan tersebut mengalami keambiguitasan.  Memaknai kalimat yang mengalami keambiguitasan dapat dengan cara mengambil sudat pandang jenis-jenis pemaknaan. Telah diketahui bahwa para ahli telah membagi-bagi jenis-jenis pemaknaan. Dari penjelasan ini penulis akan menganalisis informasi makna ganda yang terdapat pada pernyataan kalimat雨が降りそうだ」.
3.2    Analisis

Teori kognitif pragmatik menyatakan jika suatu kalimat mampu mengandung lebih dari satu makna dimana makna yang sesungguhnya yakni makna yang mengandung makna sebenarnya (denotatif) sedangkan makna sampingan umumnya adalah mengandung makna bukan sebenarnya (konotatif). Pada kalimat雨が降りそうだ」dapat diamati memiliki dua informasi makna ganda. Seperti menurut penjelasan dari S U B A N D I  pada artikel “Ambiguitas Informasi Makna Ungkapan Penolakan Bahasa Jepang (Kajian Kognitif Pragmatik Jepang)”, bahwa Dalam pengembangannya pemaknaan pada kognitif semantik mencakup pada skema makna yang ada di dalam pikiran manusia Lecoff (1980). Artinya, untuk menemukan informasi makna bahasa tidak dapat hanya dilihat dari unsur struktur luarnya saja, tetapi harus juga dikembalikan kepada ide yang melatar belakanginya. Pada  kalimat雨が降りそうだ」 ini mengandung dua makna ganda dimana makna tersebut masing-masing bermaksud makna denotatif dan abtraktif. Yang dimaksud dengan makna denotatif seperti pada penjelasan di bawah ini.

Penjelasan:
雨が降りそうだ。(Hari ini kelihatannya akan hujan)
Dapat dilihat makna yang sesungguhnya dalam bahasa Indonesia yakni kelihatannya akan turun hujan. Pembicara menggunakan pola kalimat ini yakni dalam situasi melihat cuaca dan mengetahui langit sedang berawan dan mengutarakan kalimat tersebut berguna untuk meberikan informasi kepada lawan bicara jika sepertinya akan turun hujan. Itulah yang dimaksud makna denotatif atau makna sebenarnya. Dalam jenis makna, informasi makna di atas termasuk jenis makna kognitif. Namun dalam teori kognitif selain mengedepankan makna sebenarnya teori ini juga mengambil sudut pandang ide yang melatar belakangi adanya kalimat itu muncul atau dapat juga disebut makna abstrak yang tak terlihat dalam konteks kalimat.
Elemen penting dalam sudut pandang teori kognitif ini salah satunya yakni “Menggunakan sesuatu konsep yang abstrak (peribahasa)” yang dimaksud dengan konsep abstrak ini dapat dijelaskan dan ditemui pada kalimat 雨が降りそうだ」.
Penjelasan:

雨が降りそうだ。  (Hari ini kelihatannya akan hujan) M1
Makna abtrak à         (hari ini kita tidak jadi pergi) M2
Bagaimana munculnya makna abtrak tersebut, dapat dijelaskan sebagai berikut,
“Hari ini kelihatannya akan hujan” à makna pokok atau makna inti.
Sedangkan keadaan cuaca yang mendung dapat melatarbelakangi penutur memunculkan makna abtrak dalam kalimat tersebut. Jika kalimat intinya lebih mendominankan makna pertama (M1) maka (M2) tidak begitu akan terlihat karena hanya tersirat saja. Jika pada pola kalimat di atas lebih mengedepankan makna kedua (M2) maka dominan untuk dapat memunculkan ide bahwa hari ini tidak jadi pergi karena keadaan mendung. Pada (M2) ini lawan bicara diharapkan dapat mengedepankan konsep pemahaman lawan penutur agar dapat memaknai konteks kalimat tersebut dengan baik.
Setelah dapat dipahami sudut pandang teori kognitif dalam konteks kalimat 雨が降りそうだ」. Dapat di analisis kembali pada konteks kalimat 『お金がたりなそうだ』/ sepertinya uang saya tidak cukup.
Analisis:
(M1)à makna denotatif bahwa penutur tidak memiliki cukup uang untuk membeli sesuatu.
(M2)àmakna abtrak bahwa penutur berharap lawan bicara meminjamkan uang untuk membeli suatu barang karena tidak cukup uang untuk membeli suatu barang.
Ide yang melatarbelakangi munculnya konsep pada (M2) yakni karena tidak cukupnya uang dimiliki maka penutur memunculkan ide abtrak pada kalimatnya agar lawannya dapat meminjamkan uangnya. Dengan penggunaan teori kognitif ini, lawan bicara dapat menggali serta membaca informasi makna abtrak sesuai konsep dan pola pikir yang dimaksud penutur dengan benar, sehingga terjadi komunikasi yang baik antar pengguna bahasa.
Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud makna abstrak dalam teori kognitif ini, yakni mengedepankan pola pikir serta memunculkan ide pada penutur serta lawan penutur dengan menggunakan kemampuan kogitif masing-masing pengguna bahasa. Semakin tingginya kemampuan kognitif seseorang dalam berbahasa semakin mudahnya seseorang untuk dapat memahami informasi makna ganda yang terkandung dalam tiap-tiap tuturan kalimat lawan bicara sehingga semakin meminimalisir adanya ketaksaan bahasa terutama dalam bahasa Asing.

BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan:
1)      Informasi makna sangat berperan penting dalam penggunaan bahasa karena dengan menganalisis informasi makna dalam tiap konteks kalimat yang ada maka pengguna bahasa mampu menemui adanya makna lebih atau ganda dalam suatu konteks kalimat.
2)      Teori kognitif sangat berhubungan dengan ketaksaan. Ketaksaan mampu dihilangkan dalam suatu konteks kalimat dengan menggunakan teori-teori yang ada termasuk teori kognitif tersebut. Dimana adanya teori kognitif pragmatik ini mampu memilah maksud makna yang ada dalam suatu konteks kalimat.
3)      Makna abstrak dalam teori kognitif, yakni mengedepankan pola pikir serta memunculkan ide pada penutur serta lawan penutur dengan menggunakan kemampuan kogitif masing-masing pengguna bahasa.
4)      Semakin tingginya kemampuan kognitif seseorang dalam berbahasa semakin mudahnya seseorang untuk dapat memahami informasi makna ganda yang terkandung dalam tiap-tiap tuturan kalimat lawan bicara sehingga semakin meminimalisir adanya ketaksaan bahasa terutama dalam bahasa Asing.

DAFTAR PUSTAKA
Leech, Geoffrey N. 1983, Principles of Pragmatics, London, New York: Longman
Searle, J. 1975, Indirect Speech Act dalam P.Cole dan J. Morgan (ed), Syntax and Semantics
Subandi 2005, Antara Kebohongan dan Kesopanan, makalah Seminar Nasional Kajian Jepang Se-Indonesia bekerjasama dengan The Japan Foundations Jakarta di Jakarta
Chaer, Abdul. 1994. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Djajasudarma, T. Fatimah. 1993. Semantik 2. Pemahaman Ilmu Makna. Bandung: ERESCO.
Djajasudarma, T. Fatimah. 1993. Semantik 1. Pengantar  ke Arah Ilmu Makna. Bandung: ERESCO.

http://badranaya11.multiply.com/journal/item/2?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem














Selasa, 21 Agustus 2012

Hijab 1st"

Suliitttt sekali pemirsa...membuat dan memperindah blog itu..berhubung saya masih newbee maaf jika blog masih sangat kacau...saya lgi googling cari tips dan trikx...hahahaha

oke this time saya mau ngeshare bagaimana berhijab sederhana dalam kondisi sehari-hari atau casual...

berhubung saya masih belum siap tutor dari saya sendiri karena blum siap logo dan lainnya, saya akan ngeshare foto hijab yang saya ambil dari tetangga blog...hahahaha (ini jujur)...

oke for the first...


Senin, 20 Agustus 2012

The Truth Inspiration

Hei...Udah luamaa sangat gw..ehem mksud gw "saya" tak pernah mengepos blog ini lagi..mkin branjak menjauh dari ke "alay" an makin dekat ke jalan kedewasaan..amin..

this time, I want to share my new inspiration about my religion...

seiring jaman, jilbab makin berkembang, wanita berjilbab saat ini tidak di pandang sebelah mata lagi, style berjilbab dan busana muslim makin maju dan berkembang, kali ini saya benar-benar menemukan jalan yang pas untuk saya..jalan yang menuju kebaikan Allah..amin..

namanya "HIJAB" style ini sangat menginspirasi saya dalam kehidupan saya sehari-hari...

dahulu wanita berjilbab bergaya biasa dan sederhana..

dan kali ini wanita berjilbab semakin bisa menunjukkan style-nya..inspirasi para "Hijaber" begitu wanita berjilbab yang mengikuti gaya hijab disebut adalah salah satunya DIAN PELANGI.

dan semoga blog ini dapat bermanfaat bagi kebaigan da pendidikan...tidak hanya sekedar omong kosong saja :D

have fun girls...





Senin, 21 Mei 2012

Minat Baca yang Tinggi dan Karakteristik Pendidikan Masyarakat Jepang

Abstrak Pendidikan Jepang adalah suatu pendidikan yang berkarakteristik dimana perundang-undangan tentang pendidikan banyak dibuat dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya baik oleh pemerintah pusat, daerah hingga prefektur. Karakter pendidikan yang kuat dengan profesi guru yang benar-benar total dalam bidangnya mampu menjadikan Jepang sebagai Negara yang diakui oleh seluruh dunia. Budaya baca yang mereka miliki turut andil dalam mensukseskan kemajuan individu masyarakat Jepang. Karena dengan banyak-banyak membaca mereka mampu menjadi suatu pribadi yang unggul karena dapat mengetahui segala informasi di dunia dan dalam dunia bangku persekolahan keuntungannya semakin menjadi pusat perhatian dalam lingkup sekolah yang mereka ikuti. Dengan sering membaca peluang mendapatkan pendidikan yang lebih baik akan semakin besar. A. Pendahuluan Manyarakat Jepang dikenal sebagaia bangsa yang sangat memegang teguh apa yang telah diajarkan oleh nenek moyangnya terdahulu. Selain disebut sebagai bangsa yang demikian, masyarakat Jepang juga dikenal sebagai masyarakat yang memiliki hasrat tinggi akan ilmu pengetahuan. Mengapa bangsa yang dahulu pernah terkena serangan nuklir dalam perang dunia kedua ini dapat begitu majunya hingga hampir menyaingi Negara Adidaya yakni Amerika Serikat? Hal itu juga masih banyak pihak yang bertanya-tanya akan kehebatan Negara kuasa kedua ini. Jika ingin menyelami bagaimana masyarakat Jepang di dunia ilmu pengetahuan dapat berkembang, maka sebelumnya harus memahami bagaimana pendidikan yang terstruktur di sana sehingga mampu menciptakan sumber daya manusia yang sangat berkualitas dan berkarakter. Dari adanya pemikiran tersebut, maka penulis mencoba meneliti minat baca masyarakat Jepang terhadap hubungannya dalam pendidikan individu mereka. Dengan minat membaca, tidak dapat diragukan seseorang yang sangat ingin mengetahui suatu informasi tentang ilmu yang dia inginkan dapat mendapat apa yang dia cari. Ilmu adalah hal yang sangat penting dalam perkembangan suatu bangsa, manusia semakin hari semakin maju dan merekam semua ilmu yang mereka dapat dari berbagai media. Media yang paling sederhana adalah buku. Sejak awal jaman masehi, manusia menyimpan semua ilmu yang ia dapat melalui secarik kertas, dan berkembang menjadi gulungan kertas kemudian semakin berkembang menjadi kumpulan kertas yang dikenal dengan buku. Dari buku itu manusia di dunia mempelajari apa yang leluhurnya telah tinggalkan semasa mereka hidup. Banyak pengetahuan yang dapat diambil melalui sebuah buku, namun minat baca sangat diperlukan untuk mendapat ilmu yang diinginkan tanpa melalui media lain, seperti guru, sekolah dan lainnya. Bahkan hanya membaca halaman depan sebuah Koran saja, kita dapat mengetahui apa yang telah terjadi kemarin dan hari ini di sekitar kita. Bagi bangsa Indonesia menumbuhkan minat baca masih kurang dalam kenyataannya di lapangan. Para orang tua sendiri kebanyakan masih meremehkan akan pentingnya minat baca bagi anak usia dini. Mereka cenderung memilih membelikan mainan tanpa diimbangi dengan pembelajaran yang dapat diambil selama anak itu dalam usia dini dengan keadaan otak yang masih segar dan mudah dimasuki wawasan-wawasan sederhana dengan benar. Semakin dibiarkan anak itu tumbuh tanpa kebiasaan membaca maka semakin sulit hal itu dilakukan kedepannya. Maka tidak kaget, remaja saat ini lebih memilih bermain-main daripada pergi ke perpustakaan sekolah untuk membaca satu buku saja. Olehkarena itu, mempelajari karakteristik bangsa lain mungkin dapat membantu diri sendiri dalam menghadapi permasalahan sehari-hari paling tidak dapat mengubah pola pikir dan karakteristik yang salah saat dibentuk sejak dini dahulu. B. Karakteristik Pendidikan Masyarakat Jepang. Jepang dikenal sebagai masyarakat yang penduduknya lebih terpusat, padat dan homogen dari karakter masyarakat yang seperti itu sangat memudahkan bagi pemerintah untuk mengatur negaranya sesuai apa yang diinginkan. Terutama mengatur sistem pendidikan di Jepang. Sistem pendidikan di Jepang sekarang memberi kesempatan pada siswa tamatan sekolah menengah atas untuk mendapat pendidikan lanjut yang bermacam-macam dan kesempatan itu seperti yang ada di Negara Amerika, Cumming,William K dari buku terjemahan Soedoro,amin (1980:6). Selain itu terdapat banyak faktor yang mendukung masyarakat Jepang mampu menyeimbangkan sistem pendidikan yang diciptakan pemerintahanya dengan baik. Di kutip dari terjemahan Soedoro, amin dari buku Cumming, William K (1980:6-17) yaitu, 1. Perhatian pada Pendidikan Datang dari Bermacam Pihak Dari faktor di atas, banyaknya pihak yang memperhatikan akan pendidikan juga mendorong keinginan masyarakat untuk bersaing mendapatkan pendidikan yang layak. Selain itu masyarakat umum mempercayai jika seseorang mendapatkan pendidikan yang layak maka sangat mudah bagi orang itu menjadi pribadi yang maju. Maka para orang tua mengusahakan dengan sebaik mungkin bagaimanapun caranya agar anak mereka dapat mencapai kelulusan dan pendidikan yang tepat. Pemerintah sangat memandang penting sebuah pendidikan, pemerintah Jepang sangat bertanggung jawab atas kemajuan bidang pendidikan bagi masyarakat Jepang itu sendiri. Hal ini dibuktikan dengan adanya pasal 26 dari konstitusi Jepang menetapkan: “Seluruh rakyat berhak mendapat pendidikan yang sama sesuai dengan kemampuannya…seluruh rakyat wajib bertindak agar semua putera-puteri di bawah asuhan mereka memperoleh pendidikan biasa…pendidikan wajib demikian bersifat cuma-cuma.” 2. Sekolah Jepang Tidak Mahal Mengapa biaya pendidikan jepang dikatakan rendah? Itu dikarenakan jumlah pengeluaran pendidikan baik itu dalam kompleks lembaga pendidikan itu sendiri atau pengeluaran pendidikan global tidak sepadan. Jepang dibanding dengan Negara maju lainnya lebih condong pada biaya untuk membangun gedung dan perlengkapan baru, sedangkan pengeluaran untuk membiayai staf lebih sedikit. Di Jepang karyawan pembantu (staf) di suatu lembaga pendidikan bisa dikatakan sendikit, mereka lebih memilih mempercayakan segala urusan baik itu mengajar, penyuluhan, dan administrasi oleh guru. Sedangkan di Amerika pekerjaan-pekerjaan yang demikian dikerjaan oleh para ahli. Sedang pada bagian mendistribusikan makanan, membersihkan kelas dan fasilitas-fasilitas sekolah para siswa lah yang mengerjakan pekerjaan itu semua dengan model piket. Oleh karena itu pengeluaran untuk staf dapat ditekan dan biaya dapat digunakan untuk membangun fasilitas sekolah yang lebih dibutuhkan. 3. Di Jepang Tidak Ada Diskriminasi Terhadap Sekolah Setelah terjadinya perang dunia kedua pemerintah Jepang sangat memandang penting apa itu kualitas pendidikan tiap prefektur. Masing-masing sekolah baik itu sekolah yang memiliki fasilitas yang lengkap atau sekolah di pedesaan terpencil disamakan biayanya. Pada prefektur yang kurang diperhatikan diberikan tunjangan bahkan untuk sekolah yang sangat terpencil diberikan banyak subsidi agar sekolah itu dapat terus berjalan. Selain itu dewan sekolah di Jepang tidak terlalu tergantung pada bantuan pemerintah, mereka membangun sekolah seluas mungkin agar mendapat sumbangan dari berbagai sumber pajak. Pemerintah Jepang sangat memperhatikan sekali tentang pendidikan dapat dikatan undang-undang dan ketetapan tentang pendidikan sangat banyak dan sangat direalisasikan. 4. Kurikulum Sekolah Jepang Amat Berat Menurut Cumming, William K (1980:10) bahwa pemerintah pusat merancang jalur studi yang sangat terperinci menentukan apa yang harus dikerjakan dan memeriksa buku-buku pelajaran yang dijual untuk menjamin isi buku-buku itu sesuai dengan standar resmi. Dengan cara ini maka siswa di seluruh negeri mendapatkan pengetahuan yang sama isinya dan dapat keuntungan yang sama. Pemerintah mengharuskan tiap sekolah memberi pelajaran sekurang-kurangnya 240 hari setahun dapat disimpulkan umumnya siswa jepang masuk sekolah 6 hari setiap minggu, selama 40 pekan. 5. Sekolah sebagai Unit Pendidikan Di Jepang yang menjadi unit dasar pendidikannya bukanlah kelas atau ruang kelas. Guru tak segan-segan menegur atau memperingatkan siswanya jika melihat siswanya melakukan tindakan yang kurang pantas di luar ruang kelas. Di sekolah dasar jepang sangat terlihat perubahan siswa dari tahap ke tahap, tiap musim guru selalu merancang kegiatan sekolah yang terpadu sesuai dengan tujuan pendidikan. Jadi dapat di simpulkan sekolah menjadi unit dasar dalam pendidikan. 6. Guru Terjamin Tidak Akan Kehilangan Jabatan Dalam memperhatikan nasib guru, para guru Jepang mendirikan perserikatan guru Jepang untuk mempertahan atau membela hak guru apabila ada organisasi atau lembaga luar yang mengganggu mereka. Namun guru Jepang tidak sewenang-wenang dengan perlindungan yang mereka dapatkan dari perserikatan guru. Di tahun-tahun ajaran baru mereka berusaha sebaik mungkin melakukan dan memperbaharui pengalaman mengajarnya agar lebih baik lagi. 7. Guru Jepang Penuh Dedikasi Di sekolah terdapat sejumlah mekanisme yang membuat guru melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Di sekolah, guru menyediakan waktu yang banyak guna membahas pengajaran pada umumnya, serta pertemuan dua pekan sekali antar staf guru serta seminar setiap tiga bulan sekali. 8. Guru Jepang Wajib Memberikan Pendidikan “Orang Sepenuhnya” Tujuan sekolah adalah membentuk anak memiliki hati yang bersih dan lapang, jasmani yang kuat lagi sehat, memajukan nafsu ingin tahu dan mempunyai prestasi intelektual, merangsang kesediaan menderita apa saja dalam segala usahanya, membantu setiap anak menyadari bahwa kesanggupannya melengkapi kesanggupan teman-teman sekelas. 9. Guru Jepang Bersikap Adil Suasana berjuang yang dialami guru Jepang dan dimana mereka bekerja membuat mereka secara ideologis menjadi lebih masak. Pemerintah sering mendiskriminasikan siswa sesuai bakat yang dimiliki, namun bagi guru mereka menetang keras akan adanya diskriminasi bakat. Pendapat mereka pengelompokan anak-anak yang termasuk golongan rendah dan golongan minoritas akan hanya cocok buat pekerjaan rendah selama-lamanya. C. Minat Baca Masyarakat Jepang Minat baca masyarakat Jepang yang tinggi bukan saja terbatas pada bacaan berupa buku-buku ilmu pengetahuan dan teknologi, karya sastra, dan sejenisnya, tetapi juga terhadap media massa seperti Koran, meskipun kita tahu di abad ini teknologi elektronik juga berkembang demikian pesatnya, namun sumber bacaan yang berupa Koran masih menduduki peringkat yang tinggi. Nampaknya membaca sudah merupakan faktor kebutuhan dalam kehidupan bangsa Jepang. Di sinilah “Faktor Kebutuhan” merupakan salah satu faktor keberhasilan sehingga mereka dikenal oleh masyarakat dunia sebagai masyarakat yang literat itu. Bagi Jepang sepertinya berlaku motto “Tiada hari tanpa buku” dalam mengisi kehidupannya. “Japanese often read on the train to and from work and school”, demikian penjelasan Tanaka (Djodjok Soepardjo, Wawan Setiawan 1999:34). Yang paling banyak dibaca masyarakat Jepang dimanapun mereka berada biasanya adalah buku bunko-ban (sebutan yang popular untuk buku-buku berukuran kecil 105 x 148 mm), dan buku shinsho-ban (sebutan untuk sekelompok buku yang umumnya terdiri dari buku nonfiksi berukuran 105 x 173 mm). Buku-buku jenis tersebut sangat diminati orang Jepang disamping berukuran kecil sehingga mudah dibawa ke mana-mana harganya pun relatif murah. D. Pengaruh antara Minat Baca Tinggi terhadap Pendidikan Jepang Adanya minat baca yang tinggi dan karakteristik pendidikan yang kuat sangat berpengaruh besar pada perkembangan bangsa Jepang baik dilihat dari sudut masyarakat atau individunya. Semakin seringnya mereka membaca semakin banyaknya ilmu secara tidak langsung atau tanpa campur tangan langsung dari segi pendidikan yang mereka dapatkan. Ilmu dari luar itu ditunjang pula dengan pembentukan karakter mereka di sekolah dengan berbagai peraturan dan norma serta tidak adanya diskriminasi individu. Pada akhirnya melahirkan individual-individual yang berkarakter di dunia kerja. Alasan lain selain dari individu Jepang masing-masing yakni persaingan pengetahuan dan wawasan pada sesama siswa. Siswa jepang berlomba-lomba mendapatkan nilai dan perhatian guru tentang wawasan yang mereka dapat selain ilmu yang mereka dapatkan di sekolah. Dengan semakin terlihat unggul dari siswa lain peluang dalam mendapatkan pendidikan dan perguruan tinggi yang mereka inginkan semakin besar. Jepang telah mencapai kemajuan yang mencolok dan meraih hasil-hasil yang menonjol di bidang-bidang seperti fisika murni, astronomi, seismologi, patologi, matematika, genetika, kimia polymer tinggi, kimia organic, microbiologi, metalurgi, agronomi, perikanan, biologi, molekuler, dan telekomunikasi. Dari bidang-bidang itu mereka mampu dilihat oleh masyarakat dunia dan diakui sebagai bangsa yang hebat dan sangat maju. Bahkan sampai mereka berhasil dan sukses mereka masih membawa buku dan selalu menambah ilmu mereka terus-menerus tanpa puas terhadap hasil-hasil hebat sebelumnya yang mereka raih. Itulah hebatnya bangsa Jepang yang mampu mengaplikasikan hasil membaca mereka sejak dini dan hasil yang mereka dapatkan di sekolah dalam kehidupan berkarakter mereka. E. Sumber Daya Manusia yang Berkarakter. Dengan adanya kebudayaan membaca yang tinggi dapat disimpulkan dengan mudah, masyarakat Jepang mampu mendapatkan segala pengetahuan di seluruh dunia yang mereka inginkan. Pendidikan yang tertata rapi dengan perundangan tentang pendidikan yang sangat dijunjung tinggi serta dedikasi seorang guru yang sangat besar akan tanggung jawabnya mendidik siswa semakin menjadikan karakteristik individual dapat terbentuk dengan sempurna. Karakter persaingan yang tinggi dan kemauan yang kokoh sudah mereka temui sejak di bangku persekolahan sehingga di dunia kerja hingga menuju ke dunia global individu Jepang tidak kikuk atau kaget dengat suasana persaingan tinggi tersebut. Kemauaan yang tinggi telah mereka pupuk saat mereka mendisiplinkan diri mereka sendiri untuk mampu membaca atau menghabis beberapa buku yang ingin mereka baca dimanapun mereka berada baik di tempat umum atau di perpustakaan. Karena mereka mampu mendisiplinkan diri mereka sejak dini maka saat mereka bertemu dengan dunia kerja dan dunia luar yang sangat kejam, cita-cita dan kemauan mereka akan tujuan hidup yang besar tidak akan goyah dengan apapun. Karena bagi mereka mendisiplinkan diri pribadi adalah sesuatu yang sudah biasa sehingga terciptalah sumber daya manusia yang berkarakter tinggi dan bermutu bagi dunia luar. Jadi tidak perlu heran jepang mampu mengejar ketertinggalan mereka sejak jatuhnya Jepang di perang dunia kedua. Hal itu dikaarenakan individu mereka yang homogen dan penuh dengan kemauan untuk maju. F. Kesimpulan Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa budaya baca jepang sangat membantu jepang dalam dalam membentuk karakter yang kokoh dan adanya karakter pendidikan yang tepat pula sehingga semakin mendukung pembentukan karakter individu tersebut. Pendidikan dan budaya baca adalah dua hal yang saling berhubungan satu sama lain dalam faktor mengenai kemajuan jepang saat ini. Bagaimanapun juga budaya yang baik membentuk Negara yang baik pula. Hal ini dapat dijadikan pertimbangan bangsa Indonesia bahwa segala sesuatu di mulai dari membaca, jendela dunia adalah buku, kita dapat mengetahui apa yang ada di dunia dan yang terjadi di dunia slama ini melalui buku. Dan informasi dalam buku tersebut dapat diketahui tentu saja melalui membaca, maka jangan bosan-bosan membaca. Daftar Pustaka Cummings, William K.,1984, Pendidikan Dan Kualitas Manusia di Jepang, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Keduataan Besar Jepang,1985, Jepang Sebuah Pedoman Saku, Jakarta: Foreign Press Center Japan Soepardjo,Djodjok dan Setiawan, Wawan, 1999, Budaya Jepang Masa Kini (Kumpulan Artikel), Surabaya: CV BINTANG

Minggu, 24 April 2011

Shadow in the Miror





Malam ini sangat dingin, dan aku berdiri bersembunyi dibalik dinding gang sempit yang temboknya lumayan tinggi dimana penerangannya kurang dengan membawa dua buah kotak yang lumayan besar dan berat dikedua tangan kanan dan kiriku, aku harus membawanya dengan hati-hati karena di dalam kotak ini terdapat suatu benda yang mudah rusak. Aku tak ingin sesuatu di dalam kotak ini hacur. Benda ini sangat penting saat itu.
*************
“ Kamu bikin roti itu buat siapa sih”
“ Buat temenku ma, dia besok ulang tahun dan aku yang diwajibin bikin kue buat acara ulang tahunnya dia.” Ujarku sibuk mengaduk adonan yang sudah mengembang dan tercampur oleh tepung dengan hati-hati. Aku tak mau roti itu menjadi roti ulang tahun yang bantat.
“ Nah bahan-bahan semua ini kamu beli pake uangmu?”
“ Iya ma, memangnya kenapa? Aku kan gak punya apa-apa buat ku kasih ke temenku itu. Yah sebagai gantinya hadiah, ku kasih roti ini. Mama daripada diem disitu terus kenapa gak bantuin aku? Aku ini bikin dua kue, bantu bikini kue yang satunya, ma”
“ Loh kenapa mama jadi ikut-ikut gini? Ini kan hadiah kamu.”
“ Oh iya sih…tapi gak cukup waktu kalo aku kerjain sendiri ma”
“ Iya, iya sini mama bantu.”

ESOKNYA
“Gimana dah siap belum”, ku baca sms temanku setelah aku selesai mandi. Jam sudah menunjukkan lima sore, kurang dua jam lagi segala persiapan harus selesai. “belum, ni baru selesai mandi, ntar kita kesana naik apa? Gak mungkin donk naik motor bonceng bertiga”. Lekas kubaca lagi satu sms yang barusan masuk. “beib, qm knp??drtd d hub.koq g bsa”, hahaha kena malingnya!!!ujarku dalam hati, daritadi seseorang yang berulang tahun ini sudah ku kerjai habis-habisan. Aku merencanakannya sudah beberapa minggu sebelumnya. Ku bilang kalau hari ini aku tidak bisa keluar dengannya merayakan ulang tahunnya karena aku harus ke Surabaya. Dan dia menerimanya, aku merasa kalau dia menerima dengan perasaan tidak ikhlas.
“ Ma!!mama!! roti cokelatnya koq belum beku-beku juga yah? Padahal udah ku masukin ke dalam kulkas” ujarku mulai panik melihat persiapan ku yang sama sekali belum bisa dibilang 100% padahal kurang dua jam lagi.
“ Terang aja belum beku, kan kamu siram itu cokelatnya 15 menit yang lalu.” teriak mama di balik kamar. Mama beristirahat setelah sekian sibuknya tadi membantuku membuat satu kue yang belum sempat ku buat. Dan langsung ku hias ketika baru keluar dari oven. Tentu saja krimnya langsung meleleh terkena panasnya roti. Dan saking keburu waktunya, tanpa menunggu dingin, roti panas yang masih dalam Loyang itu langsung kumasukkan ke dalam lemari pendingin begitu saja.
“Ma ini di bungkus pake apa ma?!!” teriakku dari balik dapur.
“ Ya kardus sayang.” ujar mama masih terbaring dalam kamar.
“ Kardusnya dimana ma??!” teriakku lagi sambil mencoba mencari di gudang, siapa tahu ada kardus kulkas yang tidak terpakai jadi langsung itu dua roti masuk kedalam kardus. Biar bawanya gak susah-susah, pikirku.
“Eh bentar deh. Kayaknya mama gak ada kardus cake. Coba deh kamu beli di pak Yusuf” kata mama tiba-tiba.
“ Yah mama, ini dah gak cukup waktu nih ma…”
“ Terus mau gimana lagi sayang, udah lari sebentar aja apa sulitnya?”
Lekas aku keluar rumah, aku tidak suka sesuatu yang sudah direncana kurang sedikitpun. Aku ingin memberitahu kepada orang-orang bahwa yang berulag tahun ini adalah orang yang sangat special untukku. Maka bagiku dia harus mendapatkan hal yang berharga juga.
Sambil berlari aku mulai mendaftar kembali barang-barang apa saja yang belum lengkap. Roti, cek! Peralatan makannya, cek! Lilin, cek! Dan hadiah kecil lain. Tiba-tiba kembali teringat kejadian esok hari di sekolah.
“Di sini nih Sad…kasih pesan atau apa kek, selamat atau ttd lu kek, terserah” bujukku pada seorang temanku, Risad. Dia masih merasa aneh dan heran. Mungkin dalam hatinya dia berkata kalau aku seorang gadis aneh yang perlu dikasihani. Meminta tanda tangan dan tulisan ucapan di atas tissue apa tidak ada kertas satupun?
“ Ni udah. Sekali-kali kalo lu ngajak stress jangan ngajak gue yeh” ujarnya sambil memberikan selembar tissue yang sudah berisi tanda tangannya.
“ Thanks yah..em sapa lagi yah…putri, lisda, alien em…lain-lainnya udah. F4 juga udah…sip deh tinggal diamplopin..”
Segalanya benar-benar sudah kupersiapkan. Meskipun harus ku korbankan hal lain, harus!..aku harus memberikan hadiah ini untuknya. Karena aku yakin waktunya benar-benar tidak cukup lagi. Sesampainya dirumah aku membungkus roti itu dengan rapi. Cake bersiram cokelat putih dengan tulisan cokelat di atasnya selamat ulang tahun. Kemudian aku merapikan diriku sendiri. Rambut yang sudah tidak karuan akibat berlari-lari tadi. Memakai dres putih bergaris biru. Menguncir rambutku yang panjang ini dengan satu ikatan saja dan memberikan bandana di atasnya sebagai pemanis.
“ Yah siap sudah… hari ini akan sangat sulit.. semoga aku mampu melewatinya”, batinku.
“ Ma, bagaimana penampilanku?” Tanya ku pada mama yang masih tidur-tiduran di kamar.
“ Bagus, tapi tunggu deh, rambut kamu kenapa masih berantakan?? Memangnya kamu nggak bercermin? Mama pikir-pikir sebulan ini penampilanmu selalu berantakan apa kamu tidak pernah menghadap cermin?” Tanya mama sambil menyisir rambutku.
“em..bercermin koq ma!! Iya ma, mataku mungkin ada sedikit gangguan akhir-akhir ini. Jadi sulit melihat sesuatu” kataku..
***************
*Flashback*
Matahari memanasi kulitku dengan sangat mudahnya, berjalan ke menuju SMA siang begini sangat menyebalkan, bahkan aku tidak ada waktu untuk mencoba mempercantik diri, karena percuma sesampai di SMApun wajahku akan penuh dengan peluh-peluh. Hai aku Nay, anak sulung dari empat bersaudara. Dan sejak liburan semester awal ini ketika ku di kelas dua SMA. Aku mendapat sesuatu yang belum pernah ku harapkan sebelumnya. Yaitu seseorang dan sebuah kelebihan. Entah aku harus bilang ini sebuah kelebihan atau suatu petaka. Sedangkan seseorang itu adalah seorang cowok yang usianya lebih tua di atasku dua tahun. Reza namanya, dia benar-benar seseorang yang sangat baik. Perhatian dan sangat mencintaiku. Walaupun sebenarnya orang tuaku masih belum memperbolehkan aku berhubungan dengan seseorang. Atau bahasa gaulnya berpacaran tapi entah kenapa saat aku mengambil keputusan mengenalkan dia ke mama papa, dengan mudahnya dia di terima begitu saja. Mungkin itu kado untukku ketika ku mulai beranjak 17 tahun, maka orang tuaku mulai memperbolehkanku dekat dengan seseorang. Tapi tetap saja naluri orang tua, walaupun diperbolehkan dekat tapi tidak boleh mengakui kalau itu berpacaran. Mereka hanya memperbolehkan aku dan kak Reza berteman. Tapi tak apa, asalkan kami tahu batasan itu yang terbaik..aku tidak akan mengecewakan kepercayaan mama papa. Saat ulang tahunku tahun lalu masih ku ingat kak Reza mendatangi rumahku dan membawakan sebuah boneka. Boneka marsupilami yang bisa disebut boneka yang aneh..karena marsupilami itu memiliki pusar yang lucu. Dan aku selalu tertawa tiap melihat pusarnya hingga saat ini. Belum lagi sesuatu yang ia bawa di balik boneka marsupilami.
“ Maaf yah aku belum bisa ngasih apa-apa” ucapnya terlihat malu-malu dan tiap kali melihat ekspresi malu-malunya itu aku slalu ingin tertawa.
“ Iyah gak apa-apa, kakak dah dateng ke sini ku juga udah seneng.” Ucapku apa adanya. Kemudian dia mengeluarkan boneka marsupilami itu. Seketika aku memang terkejut, selain terkejut karena aku tidak tahu kalau ternyata dia membawa sesuatu dibalik punggungnya, aku juga terkejut karena dia membawa boneka. Sebenarnya saat itu aku kurang menyukai boneka. Tapi apa yang telah ia bawa aku coba untuk terima saja, ini adalah hadiah pertama darinya. Jadi aku tidak boleh mengecawakannya bukan?
“ Wah makasih…ternyata boneka yah?? Koleksi boneka ku juga belum begitu banyak..ini pasti akan jadi koleksiku..terima kasih yah…” ujarku senang. Aku benar-benar senang saat itu mendapatkan hadiah darinya. Walaupun itu bukan salah satu benda yang ku sukai tapi ku sangat senang.
“ Iyah sama-sama dijaga yah bonekanya” ujarnya tulus.
“Iyah…” saat itu aku berjanji pada diriku, siapapun dia, bagaimanapun sifatnya aku akan mencoba menjalaninya.
Ketika dia sudah pulang, papa mulai memberikan pertanyaan-pertanyaan padaku. Naluri seorang ayah pada anak gadisnya pasti seperti itu. Apalagi papa adalah tipe orang pencemburu, pasti tahulah beliau tidak akan mudah memberikan lampu hijau pada siapapun yang mendekati anak gadisnya. Daripada diinterogasi lebih dalam lagi, lekas saja boneka pemberian kak Reza aku sembunyikan di balik punggung dan sedikit demi sedikit berjalan mengendap-endap menghadap papa yang sedang asyik menonton berita.
“ Fiuh, akhirnya nggak ketahuan, kalo ketahuan bisa berabe, kak Reza ke sini aja dah tanya sana sini, gimana papa tahu kalo ku dapat kado dari dia juga.” Gumamku sambil memandangi boneka marsupilami yang lidahnya menjulur seolah menghinaku. Sekali ku lihat pusarnya, tetap saja aku ingin tersenyum melihat bentuk pusarnya itu. Kulihat sisi belakangnya, ekornya yang panjang melingkar-lingkar membuat bentuk pegas, dan ternyata keanehan tidak berhenti di situ saja. Punggung boneka ini terlihat aneh, setelah di amati dengan seksama ternyata punggung boneka ini bisa dibuka. Jadi lekas saja ku buka, mungkin didalamnya terdapat tempat batere sehingga marsupilami ini bisa mengeluarkan suara. Saat kubuka ternyata memang berisi kotak, tapi itu bukan kotak batere, kotaknya lebih kecil daripada kotak batere, kotak yang mungil, kucoba mencari kait pembukanya. Dan ternyata kota itu tidak tersambung kabel samasekali jadi bisa diambil begitu saja. Lekas kubuka kotak yang berwarna merah itu yang hampir serupa dengan kotak cincin, dan sejujurnya waktu itu aku berharap itu adalah sebuah cincin, tapi ketika kubuka di dalam kotak itu ada sebuah karet kuncir, karet kuncir yang berhias wajah babi pink yang imut. Kemudian ku baca kertas kecil yang berada di dalamnya juga.
Selamat hari ulang tahun sayang, benda ini gak sengaja ku temukan waktu aku jalan-jalan di Malang kemarin. Maaf ya hanya benda yang sederhana, semoga kamu suka. Love u.. –Reza
Wah ternyata waktu dia ke Malang kemarin masih ingat aku yah..tak kusangka, karena pada waktu itu ku pikir dia sangat sibuk dan aku sempat marah padanya. Itu pertama kalinya aku di tinggalkan dia pergi tanpa mengajakku. Sebenarnya bukan karena maunya dia tidak mengajakku, tapi karena kendaraannya hanya satu, dan dia harus membonceng temannya sehingga terpaksa aku tidak bisa ikut, dan juga waktu itu adalah hari masuk sekolah. Tidak mungkin kan ku membolos??
Setelah malam ulang tahunku, kami mencoba bertemu kembali. Ini kali pertamaku berkencan denga dia. Dia mengajakku naik sepeda motor berkeliling pedesaan di pagi hari. Dan tentu saja aku mau, ini adalah kesempatanku untuk semakin dekat dengannya.
Suasana pedesaan di tempat kami memang sangat indah, apalagi pagi hari. Persawahan penduduk yang membentang luas di kanan dan kiri sisi jalan beraspal yang sempit, dengan pepohonan mahoni yang tumbuh menjulang menjadikan suasana semakin rindang bagi pengguna jalan di setiap sisi jalannya membentuk terowongan pepohonan yang sangat sejuk. Suasananya sangat indah ketika kami berdua melewati pepohonan itu dengan berkendaraan motor. Melihat kanan dan kiri dimana pak dan bu tani bekerja di pagi hari yang masih berembun. Serta tak lupa sesekali menghirup udara pagi yang masih sejuk sungguh sangat menenangkan. Aku mencoba mengangkat kedua tanganku ke atas, merasakan dinginnya pagi dan kembali menghirup udara dingin itu dengan perlahan.
“ Nay,”
“ Hum..” sautku ketika kak Reza memanggilku dari balik punggung tegapnya.
“ Aku boleh minta sesuatu gak?” tanyanya sambil ragu-ragu dan masih mencoba berkonsentrasi mengendarai motor smash birunya.
“ Minta apa kak?” tanyaku penasaran.
Kemudian kak Reza tidak menjawab, dia lekas melepaskan tangan kirinya dari stang motornya, dan menunjuk pipi kanannya dengan mencoba menyembunyikan ekspresi malunya. Sebenarnya aku mengerti maksudnya. Tapi aku masih ragu-ragu, ini masih di jalan dan aku belum pernah mencium seseorangpun (kecuali adik-adik kecilku). Rasanya jantungku ingin keluar dari tempatnya, berdetak begitu cepat, dan semakin cepat. Hembusan nafasku yang semula teratur kini bisa kurasakan semakin tidak karuan. Pikiran-pikiranku menerawang, apa jadinya kalau aku menciumnya atau tidak menciumnya. Yup sudah kuputuskan!! Perlahan aku majukan posisi dudukku sedikit condong kedepan, dengan kedua tanganku yang berpegangan pada kursi jok kujadikan penyeimbang agar tidak terjatuh. Lalu ku dekatkankan wajahku ke sisi wajah kanannya sehingga ku bisa melihat seluruh bagian wajah kanannya dengan jelas. Pipinya, kupingnya, mata kanannya semakin membuat detak jantungku menjadi tidak karuan. Ku gunakan ujung hidungku untuk menyentuh pipinya, dan dengan cepat kutarik kembali tubuhku ke posisi duduk yang seharusnya, karena aku merasa laju motor sedikit berbelok. Benar saja motornya hampir menabrak pohon pisag kecil di sisi jalan. Menyadari kejadian barusan, kami berdua tidak berkata apa-apa, namun beberapa detik kemuadia menyusul ledakan tawa nyaring darinya dan akupun iku tertawa.
“ Nay, maaf yah, hampir aja nabrak pohon pisang” ucapnya masih dengan tertawa.
“ Iya kak, gak papa. Ini pengalaman pertamaku cium cowok dan lucu pula..hahahaha” ujarku masih dengan tertawa juga. Akupun pulang dengan perasaan yang semakin bertambah padanya. Kak Reza yang lucu, aku sayang padanya.
Kami sering sekali berkomunikasi lewat telepon dan sms, itu kami lakuakan agar kami bisa tahu kegiatan kami masing-masing. Bagaimana juga aku seorang pelajar yang sangat di sibukkan dengan tugas, kami tidak akan ketinggalan untuk saling memberi kabar tentang apa yang kami lakukan sehari-hari, sudah makan atau belum, sudah sholat atau belum, terus dan terus berkomunikasi, setiap malam kami selalu saling menelepon karena profider kami mengadakan promo bonus telpon malam sepuasnya, maka karena itu kami sering begadang malam hanya untuk bercerita satu sama lain. Pernah suatu ketika saat aku menunggu telfon darinya, tiba-tiba dia meng-smsku. Dan isi smsnya sepertinya tidak dia tujukan padaku, aku yakin sms itu dia tujukan pada cewek yang pernah dekat dengannya dulu. Isinya kalau dia akan tidur dan berterimakasih telah menemaninya menelpon malam itu, dan yang membuat aku semakin kaget, dia masih menggunakan panggilan sayang ke cewek itu. Bagaimanapun aku tidak tahu bagaimana dia bisa begitu. Padahal kami baru saja jadian, padahal aku baru belajar untuk menyukainya dengan tulus, aku lekas membalas smsnya, dan hanya bisa menuliskan kalau dia salah kirim sms. Walaupun kami baru saja jadian, tapi sakitnya mengetahui orang yang kita suka masih menghubungi wanita lain yang pernah menemaninya, sungguh sangat sulit di bayangkan, sakit sekali. Rasanya cacing dalam perutku bergeliat dengan hebat, dan aku mulai sulit untuk bernafas dengan teratur. Setelah itu kak Reza terus dan terus mencoba untuk menghubungi ku, namun rasanya sebal saja, aku merasa malas dengan orang yang seperti itu. Dan aku putuskan kalau kita takkan berhubungan lagi. Itulahlah kata putus yang aku keluarkan pertama kali, padahal usia jadian kami masih 3 minggu. Aku benar-benar kecewa padanya, dan semua itu yang mengawali ku untuk tidak percaya kepadanya. Semenjak kejadian itu, selama dua minggu kami tidak pernah berkomunikasi satu sama lain.
Suatu malam aku diajak oleh Lisda temanku untuk pergi bersenang-senang. Aku tahu aku sangat pusing saat itu, karena tugas dari sekolah dan sesuatu yang terjadi belakangan ini. Banyak keanehan yang aku alami akhir-akhir itu. Tiga hari sebelum Lisda mengajakku pergi, saat aku bercermin aku melihat diriku sendiri. Tentu saja tidak ada yang aneh, saat itu sedang bersisir dan yang membuat aku merasa aneh dengan cermin itu adalah dahiku. Aku melihat dahiku mengeluarkan cairan merah serupa darah. Entah itu memang darah atau apa aku tak mengerti, saat aku mencoba menutup mata dan membuka mataku lagi, bayangan di cermin kembali menjadi bayangan biasa. Bayangan yang sama dan simetris.

DOAKU UNTUK SESEORANG

ini gw tulis wktu gw dpet mslah ma doiu gw..smpe skrg pun gw brusha bwt lupain mslah tu, n mlai ma dy dri awl..moga bsa..amin

Saya memulainya dengan sebuah kebaikan. Dengan perkenalan yang baik. Walau pada akhirnya saya harus menghilangkannya begitu saja. Karena bagi saya sangat sakit seperti ini. Mengetahui dia bercanda dengan orang lain. Dan saya merasakan sakit. Sakit yang kesekian kalinya. Tapi saya tahu ini takdir saya
Apa engkau telah menghukum saya atau bagaimna, tapi saya yakin Engkau saying pada saya.saya sudah lelah menangis, saya lelah menahan segalanya sendirian. Ketika saya mulai kehilagan arah saya baru menyadari saya masih punya Allah. Kau tunjukan yang tidak baik pada saya agar saya tidak terjerumus lebih jauh lagi. Laki-laki yang seperti itu memang tidak bisa diberikan kepercayaan.
Sakit Allah, tolong hentikan, sya sudah tidak bisa merasakan kehidupan saya lagi. saya mnta berhenti, tolong bantu saya melupakannya Tuhan, tolong hilangkan semuanya, ingatn tentang dia saya mohon…
Tapi saya pikir ingatan itu mungkin sangat sakit,,tapi saya ingin tetap mengingatnya sebelum bnar-benar saya hilangkan..
Bgaimanapun akhirnya saya tidak akan bsa kmbali lagi padanya..karena saya tahu Tuhan memilihkan jalan ini untuk saya, saya tidak akan berpaling ke belakang. Saya yakin Tuhan peduli pada saya. Mungkin butuh waktu lama mencari penggantinya bahkan saya pikir saya tidak akan mencari pendamping saja. Saya berjanji pada diri saya sendiri mulai hari ini saya akan mendedikasikan hidup saya untuk keluarga..hingga saya bisa melihat orang tua saya bangga pada saya di masa tua…ini jalan-Mu Tuhan…saya menerimanya. Saya milikmu Tuhan. Saya pasrahkan hidup saya untukmu Tuhan. Atas segala dosa yang telah saya dan dia lakukan slama ini, inilah jalan yang terbaik. Semoga dia bsa menghargai wanita dengan baik lebih dari saya. Semoga dia bisa bahagia. 3 tahun itu bagi saya sangat lama dan saya berterimaksih telah dipertemukan dengannya sampai selama itu. Masih banyak harapan yg ingin saya doakan untuk dia. Saya tulus mendoakannya. Saya yakin dia bisa menjadi lebih baik lagi dengan orang lain.

Bagaimana menulis yang baik menurut kata hati

Menulis yang baik menurut kata hati, adalah bagaimana itu cara kita mengeluarkan isi-isi pikiran slama ini yang slalu tersimpan dan sulit untuk diungkapkan secara baik dan sesuai dengan keinginan hati. Misalnya dengan menulis catatan harian setiap malam sehabis melakukan suatu kegiatan. Bagi saya itu adalah suatu kegiatan yang sangat menyenangkan. Karena kejadian yang hari itu telah dialami sejak bangun dari tdur hingga kita akan tidur kembali, terkadang mudah terlupakan walau dalam jangka waktu hanya beberapa jam saja. Itu yang terjadi pada saya. Oleh karena itu dengan adanya buku catatan harian atau istilah gaulnya “DIARY” maka kita dapat merasakan kembali kejadian yang pernah kita alami selama seharian tadi. Seolah-olah kita mengalami kejadian itu sebanyak dua kali atau beberapa kali, tergantung berapa kali anda menulis rentetan kejadian dalam satu hari di beberapa tempat. Berarti kita telah mengalami kejadian hari itu selama beberapa kali. Hebat bukan??
Selain itu, di jaman canggih ini teknologi semakin berkembang bukan?? Kita tahu kalau terdapat situs dejejaring social yang disediakan untuk tempat kita menulis. Misalnya blog, wordpress, atau web dan situs-situs itu bahkan dapat membantu kita mendapatkan keuntungan lain selain kepuasan menulis, berupa pembaca dan uang dari iklan di internet. Jadi kita bisa menulis , memiliki pembaca, dan mendapat penghasilan. Banyak sekali penulis-penulis blog yang terkenal dan blog mereka dibukukan karena saking banyaknya pembaca dan iklan yang datang dalam blognya.
Jadi, menulis dengan hati itu tidak sulit. Hanya perlu sebuah inti masalah yang akan kita kembangkan dalam menulis tersebut. Misalnya masalah dalam bidang pendidikan. Banyak sekali hal-hal yang perlu diperbincangkan jika menyangkut pendidikan saat ini, apalagi pendidikan di Indonesia. Dengan satu inti masalah itu kita dapat mengembangkannya menjadi beberapa pokok paragraf dan dikembangkan lagi menjadi kalimat-kalimat yang saling berhubungan. Jangan lupa berikan pandangan anda jika anda menulis tulisan itu sebagai artikel atau pembahasan masalah dalam tulisan anda.
Dengan demikian jangan takut untuk menulis..menulis itu sangat mudah, apalagi menulis sesuai kehendak hati, asalkan anda dapat mengetahui dan memberikan batasan tentag apa yang ingin anda keluarkan dalam tulisan anda, serta mengetahui kode etik menulis.. yang tidak menyinggung SARA dan beberapa hal tabu lainnya.
Semoga nada menemukan banyak hal hak yang ingin anda tulis. Selamat menulis….

Kebencian ku pada kalian!!

  Aku sudah merasa rindu saat-saat bersama mereka. 40 Orang dari 23 Negara kalau saya tidak salah ingat. Dengan latar belakang pekerjaan yan...